De Liefde Read & Download » 109

Read & Download De Liefde

De Liefde Read & Download » 109 ´ Tak mudah menjalani pembuangan di sebuah negeri asing meskipun negeri itu adalah negeri Belanda Tempat ia pernah menyemai cita cita menggali ilmu pengetahuan setinggi tingginya Sekar Prembayun tertatih tatih menyusuri kehidupan yang jauh dari dugaannya Termasuk harus berurusan dengan Roesmini van de Brand seorang peTak mudah menjalani pembuangan di sebuah negeri asing meskipun negeri itu adalah negeri Belanda Tempat ia pernah menyemai cita cita menggali ilmu pengetahuan setinggi tingginya Sekar Prembayun tertatih tatih menyusuri kehidupan yang jauh dari dugaannya Termasuk harus berurusan dengan Roesmini van de Brand seorang perempuan indo yang dijual oleh ‘ayahnya’ di rumah pelacuran dan menjalani affair dengan seorang anggota parlemen Tak mudah untuk tetap mempertahankan semangat juang di saat badai menerpa dari segala penjuru Membuat idealisme seperti barang tertawaan Seperti yang dialami Everdine Kareen Spinoza pengacara yang memperjuangkan nasib klie. De Liefde adalah buku kedua dari trilogi De Winst yang ditulis mbak Afifah Afra Setelah menyelesaikan buku pertamanya sy sukses disergap rasa penasaran untuk membaca buku keduanya terlebih saat bu Guru sy menyematkan bintang 5 di buku De Liefde ini Dan akhirnyaa selesai juga sy membacanya sebenarnya udah lama selesainya p Prolog di novel ini terbagi dengan dua bagian yang keduanya memuat tentang dua tokoh baru yang kemudian berpengaruh terhadap jalan cerita yang secara garis besar bersinggungan dengan Everdine Kareen Spinoza dan Sekar Prembajoen yang telah kita kenal di buku pertama De Winst Dua tokoh baru itu bernama Joedistira seorang terpidana mati yang melarikan diri dan Roesmini Van De Brand seorang wanita yang ditemukan Sophie tergelatak hampir mati di hamparan salju Ah ya bukan dua tokoh yang diperkenalkan di prolog tapi 3 satunya adalah Sophie Angela Reynierse seorang gadis Belanda yang terlihat kuat tapi ternyata sangat rapuh Cerita kemudian bergulir dengan manis Tentang Sekar Prembajoen yang mengalami pembuangan di Belanda dan Kareen Spinoza yang merintis karir menjadi seorang advocaat dengan membela kaum pribumi di Hindia Belanda jadii ada dua tempat yang menjadi setting novel ini Belanda dan Hindia Belanda Indonesia red Kemudian keduanya bertemu dengan dua wanita yang berbeda Kareen bertemu dengan Rinnah Van der Brand yang kemudian menjadi kliennya dan membuat Kareen harus mengalami perjuangan berat dalam meperjuangkan nasib kliennya itu dan Sekar bertemu dengan Roesmini Van De Brand yang ternyata seorang penghuni rumah Bordil De Lente yang tengah hamil muda Cerita tentang keluarga Van De Brand ini cukup menguasai jalan cerita karena muncul lagi tokoh yang bernama Richard Van De Brand seorang pejabat penting di Hindia Belanda dan Daelan Van de Brand pecandu narkitika di rumah Bordil De Lente Misteri tentang keluarga Van der Brand ini pun satu persatu terkuak seiring bertambahnya halaman yang dibaca Kesimpulannya novel ini penuh liukan konflik tapi menjadikannya penuh kejutan Intinya sy sepakat dengan tulisan salah satu MPers ketika mereview Trilogi Ilalang mbak Afifah Afra memang piawai meracik cerita yang punya banyak tokoh tapi tidak menjadikan tokoh itu datang secara tiba tiba atau kemudian menghilang tiba tiba Semua tokoh dimunculkan dan dihilangkan dengan cara yang sungguh manis dan rapi Oh ya satu lagi misteri tentang seorang gadis bernama Julie juga membuat sy terkejut begitu mengetahui siapa Julie sebenarnya Okay kemudian komentar sy tentang buku ini Pertama Kesempatan kadang tak selalu datang dua kali hati hati ntar nyesal kayak Sekar yang sebegitu menyesalnya menentang perjodohannya dengan Rangga sehingga kemudian dia hanya bisa gigit jari ketika laki2 itu telah menjadi milik orang lain Kepedihan Sekar dalam ini membuat sy ikut tersayat sayat Periiiiih p Pernahkah kau merasakan begitu mengharap seseorang untuk bisa menjadi milikmu sementara seseorang itu tak hanya tak mampu kau miliki namun telah menjadi milik orang Aku seperti seorang Banowati yang hanya bisa menggigit jari melihat Arjunanya bermesraan dengan Srikandi Aku memiliki cinta dan aku tak tahu kepada siapa cinta ini harus dialamatkan Terkadang menikmati luka luka pun berasa nikmat Buktinya kisah kisah tragedy percintaan pun menjadi sebuah drama yang digemari Kedua Kalau suami istri LDLan godaannya beraaaaat Apa coba Kayak yang pernah ngalamin aja pYah setidaknya cerita tentang Kareen menunjukkan hal ini Kareen yang harus ditinggal suaminya si Rangga karena Rangga sedang dalam masa pengasingan hingga kemudian muncul tokoh Joedistira yang mempertaruhkan nyawanya untuk Kareen Hati Kareen pun bersuara dalam sejarah hidupnya baru kali ini ada seorang lelaki yang berhasil mengenyahkan Rangga dari hatinya Di sinilah kesetiaan seorang istri mendapat ujian Deuuuu Ketiga cara mbak Afifah Afra dalam menulis keren banget deh Selain yang sy sebutkan di atas itu tentang bagaimana mbak Afra menghadirkan banyak tokoh tapi terjalin manis dan rapi juga cara mbak Afra membahasakan sesuatu Hadooh bingung ngejelasinnya Contohnya saja kalimat yang sy jadikan status Ada yang memanas di wajahku sepasang kelopak mata Namun segera kuhardik dengan bengis Tuh kan padahal kalau kita amati sama aja kali maksud kalimat itu dengan kata2 Aku tak ingin menangis tapi rasanya beda deh Dan kalimat2 bersayap lain cukup banyak sy temukan di sepanjang cerita Hatiku mungkin telah remuk namun masih ada waktu untuk mengumpulkan perekat dan memunguti kepingan kepingan itu Tak sesempurna awalan karena pasti menyisakan rekahan rekahan Namun itu lebih baik daripada jika terus menerus dibiarkan berserak Cerita picisan itu telah berakhir dan aku tak ingin terjebak dalam lingkar kenisbian Tak ada ruang untuk segala jenis rindu Keempat karena ini genrenya fiksi sejarah tentu dong ada sejarah yang ditampilkan Ada tentang NAZI ada tentang perjuangan merebut kemerdekaan dalam berbagai cara dan terutama tentang KEADILAN yang sangat sulit didapatkan ketika Indonesia dalam masa Penjajahan Betapa keadilan hanya berpihak ke mereka yang berkuasa saja Sedangkan yang terjajah sekalipun benar tetap akan tersalahkan favorite uotes Saat harapan terasa begitu jauh memang do'alah yang akan mendekatkan kita Karena doa adalah jembatan antara harapan dengan kenyataan

review á E-book, or Kindle E-pub × Afifah Afra

Sisi lain ada Daalen van de Brand kakaknya yang tergolek sebagai pecandu narkotika di salah satu kamar sempit di Rumah Bordil De Lente Mengapa kakak beradik yang sejak muda bermusuhan itu menempuh jalan hidup yang begitu berbeda Dan apa hubungan mereka dengan Rinnah van de Brand yang gila dengan Roesmini van de Brand yang menjadi pelacur Novel kedua dari tetralogi De Winst ini begitu penuh liukan konflik Akan tetapi konfliknya bergaris garis romantis Epik menggariskan idealisme yang tegas namun balutan asmara membuat epik ini menjadi kisah yang memikat Jika De Winst berhasil mencatat kesuksesan maka seuelnya ini pun tak kalah menawan Selamat memba. Seuel dari De winst yang ku baca sekitar dua tahun yang lalu Awalnya merasa begitu antusias karena De Winst seperti menyisakan penasaran yang cukup nyata ketika selesai membacanya dulu Sedikit kesulitan awal nya membaca buku ini mulai dari ingatan tentang De Winst yang tidak terlalu jelas tokoh yang diceritakan bertambah dua kali lipat dan yang cukup mengganggu adalah mengapa buku ini dicetak dengan kertas buram Mengapa tidak mencetaknya dengan kertas kertas novel pada umumnya Overall buku ini berakhir dengan membuat penasaran kembali Entah lanjutannya sudah terbit atau belum Enjoy

Afifah Afra × 9 Read

De LiefdeNnya Rinnah van de Brand yang ingin mendapatkan hak pengasuhan anaknya meski ia hanya seorang Nyai Belanda Sekar dan Everdine di tengah perjuangannya melawan sistem hukum yang tak berpihak pada kaum inlander harus pula memperjuangkan arti sebuah kesetiaan Karena cinta sejati memang begitu sulit diejawantahkan Apakah Sekar Everdine dan yang lain berhasil meramu sebuah de liefde cinta yang menginspirasi perjuangan mereka Dan siapakah sebenarnya keluarga Van De Brand itu Mengapa di satu sisi Richard van de Brand menjadi salah seorang yang sangat berkuasa di Hindia Belanda dan memiliki peluang menjadi gubernur jenderal bahkan perdana menteri namun di. Kisah Puteri Keraton yang Diasingkan ke BelandaSelama ini puteri keraton dari abad silam selalu digambarkan sebagai sosok perempuan yang menjunjung tinggi kehalusan budi pekerti dan tutur bahasa Ia adalah pribadi yang santun manut serta anggun Namun tidak demikian dengan sosok Bendara Raden Ajeng Sekar Prembayun Suryanegara—atau yang biasa dipanggil Sekar Prembayun Sebagai cucu Pakubuwana X—raja Surakarta Hadiningrat—memang sejak kecil Sekar tinggal dalam lingkungan istana dan dididik dengan tata nilai hidup kejawen yang serba mementingkan kehalusan budi Tapi berbeda dengan puteri keraton lainnya Sekar mendapat latihankanuragan dari penjaga istana selain pendidikan modern di bangku sekolah sampai tingkatAMS—kira kira setara SMA saat iniPergaulan dengan guru guru dan teman teman bangsa Belanda membuat Sekar menyadari betapa rendah kedudukan dan harga diri kaum pribumi di mata kaum penjajah berkulit pucat itu halaman 50 Selain itu pengamatan akan serbaneka peraturan keraton yang demikian merepotkan membuat gadis muda itu tumbuh menjadi pemberontak tata nilai yang sudah digariskan leluhurnya sejak beratus tahun silam Ia enggan mengenakan pakaian sebagaimana kaum bangsawan putri pada umumnya Ia juga menolak sungkem dan laku dhodhok saat menghadap orang yang dituakan Sebaliknya ia memilih selalu memakai blouse dan menggeraikan rambut dengan alasan kepraktisan Tidak jarang Sekar kabur dari istana dengan menyamar sebagai laki lakiDi luar tembok istana Sekar aktif menjadi guru bagi anak anak dari kalangan rakyat jelata miskin Ia juga menceburkan diri dalam aktivitas politik dengan menjadi anggota Partai Rakyat dan kerap menulis kritikan bagi pemerintah Hindia Belanda dengan nama samaran Elizabeth Fenton Terakhir ia menulis artikel yang mengkritik pembubaran Partai Rakyat dan penangkapan para aktivisnya Buntut dari penulisan artikel itu Sekar ditangkap politiewezen dengan tuduhan melawan kebijakan Sri Ratu Belanda Ia dijatuhi hukuman externering ke negeri Belanda dengan jangka waktu tak terbatas periksa juga novel De Winst; sekuel sebelum De LiefdeSekar sampai di Belanda pada akhir tahun 1931 saat negeri itu sedang disergap musim dingin Tentu tidak mudah bagi bagi gadis yang selama 22 tahun hidup di daerah tropis untuk menyesuaikan diri di tengah lingkungan yang dingin Belum lagi status narapidana yang membuat ruang lingkupnya demikian terbatas Meski ia tidak dimasukkan ke dalam penjara—melainkan “dititipkan” di sebuah puri milik bangsawan Jawa yang menetap di Leiden tetap saja ada politiewezen yang senantiasa menguntit dan mengawasi gerak geriknya halaman 14 16Tapi bukan Sekar namanya jika tidak mbalelo Satu kesempatan ketika politiewezen dan induk semangnya lengah ia manfaatkan untuk kabur Ia pun dapat leluasa menjelajahi seantero sudut Leiden dengan mengayuh sepeda Bahasa bukan jadi kendala karena sebagai lulusan AMS dan penulis lepas di surat kabar berbahasa Belanda—saat masih di Surakarta—Sekar bisa fasih berbicara menggunakan bahasa kaum penjajah negerinya itu Sampai kemudian ia berhasil menyusup ke Universiteit Leiden dan menjumpai Profesor Johan van de Vondell—salah satu ilmuwan pendukung politik etis yang dicetuskan Meneer van Deventer Ilmuwan itu pula yang menjadi dosen Rangga Puruhita; sepupu Sekar yang pernah kuliah di Leiden halaman 60 64; periksa juga novel De WinstSekar berniat ngangsu kawruh atau setidak tidaknya berdiskusi dengan profesor bercambang bauk itu Malangnya aksinya itu diketahui politiewezen sehingga ia lalu dikurung di puri milik bangsawan Jawa yang menjadi induk semangnya Tetapi selang waktu kemudian Sekar kembali kabur Kali berikutnya untuk mengikuti pertemuan tokoh tokoh Indonesische Vereeniging Sarekat Islam dan Communistische Partij Holland Namun setelah Sekar mengikuti pertemuan tokoh organisasi yang disebut paling terakhir ia didatangi mahasiswa Indonesia yang mengingatkan betapa bahayanya organisasi komunis itu“’Jangan kira mereka memiliki nasionalisme Nona’ ujar Ahmad Baradja mahasiswa dari Solo Ayahnya memiliki perusahaan batik yang cukup besar di Laweyan ‘Setelah Revolusi Bolshevik pecah di Rusia mereka lebih setia kepada komintern komunis internasional dibanding kepada negerinya sendiri’” halaman 65Kelakuan Sekar yang berkali kali kabur dan malah ikut serta dalam pertemuan organisasi berhaluan pergerakan pembebasan Hindia membuat politiewezen berang Sekar pun “dikirim” ke Den Haag daerah yang dianggap lebih “aman” Ia kembali “dititipkan” Kali ini di sebuah puri bernama Paleis de Liefde; milik Joseph Reynierse seorang anggota parlemen BelandaDi tempat pengasingannya yang baru Sekar berkenalan dan bergaul akrab dengan Sophie; putri Meener Reynierse yang bekerja sebagai juru warta The Woman Tribune—surat kabar kaum feminis Pergaulan dengan Sophie mengantarkan Sekar pada petualangan menelusuri kasus yang menimpa Rusmini van de Brand; perempuan muda asal Jawa yang dijual ayahnya di rumah pelacuran dan kemudian terbukti menjalani affair dengan Meener Reynierse; ayah Sophie halaman 144Keadaan makin runyam manakala Rusmini—yang dijuluki Burung Hindia—diculik; hendak dienyahkan Sementara Sekar yang berusaha menolong Rusmini justru dikejar tentara kerajaan yang mengira ia mata mata Jerman halaman 371 372 Tahap selanjutnya Sekar malah diculik pasukan Schutzstaffel—pasukan rahasia Nazi halaman 435Novel karya Sekjen Forum Lingkar Pena Pusat ini menyuguhkan sisi keberandalan dan maskulinitas seorang puteri keraton yang selama ini selalu digambarkan berperangai lemah lembut Karakter dominan tokoh Sekar Prembayun adalah keras kepala grasa grusu kadang kurang berpikir panjang—ini menjadi ciri khas tokoh perempuan dalam novel Afifah Afra lainnyaMenariknya meskipun cenderung berandal serta memiliki sejumlah teman yang berafiliasi dengan partai komunis Sekar tetap mengukuhi pemahaman dasar agama Islam—agama yang dianutnya seperti tidak mau meneguk minuman beralkohol halaman 141 menjalankan sembahyang wajib halaman 257 meyakini kemahakuasaan Allah halaman 200 serta enggan murtad halaman 175Sekelumit kekurangan dalam novel ini antara lain; Pertama kekeliruan pemahaman bahwa suku bangsa Jawa sama dengan Melayu halaman 8 280 meski kemudian Afifah sedikit meralatnya di halaman 111 Kedua sejumlah diksi yang terlalu modern untuk ukuran tahun 1930 an seperti “acuh tak acuh” “teater” “litotes” dan “sublim” Jika membaca karya sastrawan Indonesia tempo doeloe akan dapat ditemukan padanan kata yang lebih sesuai dan cocok digunakan daripada daftar kata bertanda petik dua tersebut Misalnya kata “masabodoh” lebih sesuai digunakan daripada “acuh tak acuh” periksa buku Gema Tanah Air karya HB Jassin yang antara lain menghimpun karangan karangan bertitimangsa saat pendudukan Belanda baca juga buku buku Nh Dini yang ber setting sebelum Indonesia merdekaAtau “tonil” yang lebih cocok dipakai daripada “teater”—karena menurut catatan Nh Dini baca seri cerita kenangan Kuncup Berseri halaman 68 sebutan “teater” muncul sekitar tahun 1955 dipopulerkan Asrul Sani Sementara roman Tenggelamnya Kapal van der Wijck karya Buya Hamka yang ber setting tahun 1930 an menggunakan kata “tonil” untuk menyebut “teater”Ketiga diceritakan bahwa saat masih mengenyam pendidikan AMS artinya sekitar tahun 1920 an Sekar sempat mengunjungi Ya’ik di kota Semarang halaman 257 Menurut catatan Nh Dini—yang lahir dan besar di Semarang Ya’ik justru muncul setelah selesai Perang Revolusi Kemerdekaan di akhir tahun 1940 an Kuncup Berseri halaman 52 53Keempat dalam novel ini halaman 440 tertera titimangsa 1 Februari 2009 saat menandai terjadinya pemberontakan di kapal de Zeven Provincien Rasanya ini adalah kesalahan ketik karena seluruh isi novel menceritakan kejadian dalam rentang tahun 1910 1930 anKelima dalam sekuel sebelumnya—De Winst—disebutkan bahwa gelar kebangsawanan Sekar Prembayun adalah Raden Rara halaman 80 Sedang dalam De Liefde gelar kebangsawanan Sekar menjadi Raden Ajeng halaman 36 Jadi mana yang lebih tepatKeenam penggunaan ejaan yang kurang konsisten—kerap kali menggunakan ejaan van Ophuijsen seperti oe untuk u tj untuk c j untuk y dan dj untuk j tapi juga memakai ejaan yang disempurnakan EYD yang menghilangkan aturan van Ophuijsen tersebutRasanya sayang sekali jika novel sebagus ini memiliki kekeliruan kekeliruan yang barangkali tampak remeh temeh tapi potensial menggerogoti bangunan cerita dan ujungnya jadi kurang meyakinkan pembaca Ini menandakan Bunda Syaki—sang editor—kurang bermata dewa saat menyunting isi novel ini Mudah mudahan bila kelak novel ini mengalami cetak ulang sekelumit kekeliruan tersebut dapat diperbaikiLedug 13 Januari 2014Resensi juga ditayangkan di